Baru-baru ini, Helen's Night Mart mengumumkan pembukaan cabang terbarunya, yaitu di kawasan Hotel Kartika One, Srengseng Sawah, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Namun, kehadirannya menimbulkan kontra dari warga sekitar.
Achmad Fauzi selaku wakil ketua RW 02, menegaskan bahwa warga kelurahan Srengseng Sawah, kecamatan Jagakarsa, menolak keras keberadaan tempat hiburan tersebut meski belum dibuka lantaran menjual minuman keras. Menurutnya, minuman keras mempunyai dampak buruk bagi moral generasi muda. Adanya Helen's Night Mart dinilai tidak memberikan manfaat.
Fauzi mengungkapkan, sebanyak 2.500 warga sudah meneken tanda penolakan. Semuanya berasal dari warga di RW 01 dan RW 02. Mereka menyatakan keberatan terhadap keberadaan tempat hiburan malam di kawasan yang padat dengan sekolah, universitas, dan rumah ibadah tersebut. Fauzi juga menuturkan jika Helen's Night Mart sangat jauh dari kultur dan budaya masyarakat setempat.
"90 persen masyarakat kami muslim, dan kami juga menjunjung tinggi toleransi dengan agama lain. Tapi, ketika ada legalitas penjualan minuman apa pun alasannya ke depan kami khawatir akan terkikisnya nilai-nilai agama, akhlak, dan norma sosial lainnya," tuturnya.
Lebih lanjut, Fauzi mempertanyakan dasar pemberian izin oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta, yang dinilai tidak melakukan kajian secara mendalam.
Sementara itu, Rahmat sebagai ketua RW 01 menyarankan agar Hotel Kartika One dialihfungsikan menjadi pusat perbelanjaan.
Baca juga :Belum Kantongi Izin Helen Night Ditolak
"Setuju kalau Helen's diubah menjadi minimarket atau mall, karena itu lebih menguntungkan masyarakat. Kalau jadi mall, image yang dibentuk lebih baik di masyarakat, daripada buka bar yang mana banyak mudaratnya," komentarnya.
Berbagai media sudah mencoba mengkonfirmasi pihak Helen’s Night Mart pada Senin 28 April 2025. Namun, tempat hiburan malam tersebut belum memberikan komentarnya terkait penolakan warga hingga saat ini.
Penulis: Salsabila Az Zahra
Sumber foto: Instagram

0 Comments